Suatu hari, iblis menyerang suku, dan Sigruna menembak banyak iblis untuk mengalahkan mereka. Saat itu Dewi muncul dan meminta dia untuk menggunakan kekuasaan itu untuk menyelamatkan dunia.
Menembakkan bulu yang memberikan ATK [18/27/36]% damage fisik 10 kali ke posisi musuh terjauh.
[ nilai untuk rantai 1 / rantai 2 / rantai 3 ]
Saat menggunakan rantai 3, meningkatkan CRIT Rate sebesar 88% selama 20 detik dan menggunakan bulu-bulu yang berhamburan, memberikan damage fisik ATK 92% sebanyak 15 kali ke musuh terjauh.
Senjata yang terikat pada hero ini. Senjata ini ditingkatkan melalui rantai tingkat 7 hingga 9 dan mengubah pasif hero saat dipakai.
Dibuat dan ditingkatkan di Pandai Besi (tombol Senjata Soulbound-nya) dari Iron dan kristal Soulbound (dari raid Benteng Jiwa atau toko Arena), plus Honor dan Gold. Terikat pada hero-nya; tidak ditempa seperti senjata biasa atau ditemukan sebagai drop.

Saat menggunakan rantai 3 sebanyak 3 kali, Critical Damage meningkat 128% selama 20 detik.

Saat menggunakan rantai 3 sebanyak 2 kali, Critical Damage meningkat 136% selama 20 detik.

Saat menggunakan rantai 3 sebanyak 2 kali, Critical Damage meningkat 161% selama 20 detik, dan Verdant Arrow digunakan pada musuh terjauh yang memberi 1330% ATK damage fisik 2 kali.
Tampilan alternatif untuk hero ini. Kostum murni kosmetik: berbagi statistik, skill, dan pasif hero.
Sigruna, yang dilengkapi sayap biru, terbangun di tengah para roh hutan. Ia bukan lagi penembak jitu yang memburu iblis, melainkan penjaga hutan kecil yang paling menyucikan meja berisi kulit kayu dan daun yang direndam madu. Tali busurnya, konon, hanya ditarik untuk membela rumahnya.
Pepohonan dan angin mengenali Sigruna bahkan sebelum ia menginjakkan kaki di jalan setapak hutan. Ia adalah penjaga sejati hutan kecil ini, berdiri bahu-membahu dengan para roh.